Friday , October 20 2017

Bahaya Root-ing Smartphone Yang Harus Kamu Ketahui

Jangan Lakukan Root

Bahaya Root-ing Smartphone Yang Harus Kamu Ketahui – Memori smartphone kamu cepat penuh? Interface kurang enak dipandang? Atau smartphone kamu sangat lemot? Pasti seketika pernah terlintas dipikiran untuk mencari aplikasi pendukung untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. Banyak aplikasi yang bisa kamu gunakan untuk mengoptimalkan performa Android tapi tahukah kamu bahwa sebagian besar aplikasi untuk mengoptimalkan kinerja Android juga membutuhkan akses root.

Berbagai aplikasi yang bisa kamu gunakan seperti Ram Swaper, Link2sd, Xposed dan lain sebagainya bisa kamu dapatkan dengan mudah cepat. Karena aplikasi tersebut membutuhkan akses root, kamu mungkin berpikir untuk melakukan rooting pada smartphone kamu. Jangan tergesa-gesa karena sebenarnya ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebagai bahan pertimbangan sebelum kamu melakukan proses rooting.

Maka dari itu kali ini tim Lemoot.com akan mengulas mengenai bahaya yang mungkin terjadi ketika kamu melakukan root terhadap smartphonemu.

Bahaya Yang Mengintai Jika Kamu Root Smartphonemu

Rawan Terkena Virus, Spyware, dan Malware

Rawan Terkena Virus, Spyware, dan Malware

Banyak sumber yang mengatakan bahwa smartphone dengan status rooted rawan terkena ancaman ini. Secara default smartphone diberikan proteksi berupa penguncian akses root. Bila gembok sudah terbuka maka penyusup akan lebih mudah masuk lewat celah yang ada.

Itulah sebabnya kamu harus lebih hati-hati sebelum mempertimbangkan untuk melakukan rooting pada smartphone kamu.

Kamu Tak Begitu Membutuhkan Root

Proses roting bukan merupakan pilihan yang salah, namun juga tak sepenuhnya benar karena tak semua solusi bertumpu pada akses root. Contohnya ketika kamu merasakan smartphone yang semakin lama semakin melambat, kamu bisa mengecek pada manajer aplikasi kamu untuk mengetahui aplikasi mana yang menggunakan resource RAM paling banyak.

Hapus aplikasi-aplikasi yang berat dan tak begitu penting agar performa smartphone kamu kembali membaik.

Baca juga:  Cara Menghapus Cache Google Play pada Android 6.0 Marshmallow

Kamu Tak Begitu Membutuhkannya
Kamu bisa saja menggunakan aplikasi RAM swaper atau sejenisnya, guna menambahkan space RAM yang tersedia.

Kerusakan Pada Hardware

Kerusakan Pada Hardware
Dengan melakukan proses rooting sama saja dengan mengoptimalkan kinerja dari hardware, seperti overclock CPU untuk dapat mempercepat kinerja proses, Link2sd untuk dapat memindahkan aplikasi ke memori card dan lain sebagainya. Namun kerja hardware tersebut akan lebih keras sehingga berpotensi mengakibatkan kerusakan memori card dalam penggunaan akses root untuk memindah aplikasi.

Kalau yang rusak microSD card sih gak terlalu masalah tapi bagaimana jika yang rusak processor atau komponen lain yang sangat penting. Bisa repot juga kaan.

Butuh Perhatian Lebih

Memiliki smartphone yang sudah di-root juga memerlukan perhatian lebih. Melakukan pengecekan secara berkala supaya smartphone yang sudah di-root tak error karena smartphone yang sudah di-root lebih tidak stabil jika dibandingkan dengan smartphone normal.

Butuh Perhatian Lebih

Berbagai kejadian seperti restart sendiri, hang, soft brick adalah kejadian yang sering kita jumpai pada smartphone yang sudah di-root, karena itu sebelum kamu melakukan proses rooting sebaiknya kamu pikirkan dulu sebab akibatnya.

Bagaimana, masih pede untuk melakukan rooting pada smartphone kamu? Kalau kamu tidak yakin, ada baiknya jangan coba-coba. Mintalah bantuan pada android expert jika benar-benar ingin memiliki smartphone Android yang rooted. Semoga bermanfaat gaes!

About Rian

SEO enthusiast.